Waktu
berjalan terasa begitu lambat. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Depok
secara bertahap memadati lapangan Alun alun. Wajah
yang sudah tidak muda lagi memperlihatkan kalau mereka sudah melewati fase
hidup di atas lima puluh tahun. Seperti langit yang mulai kehilangan birunya
namun tetap memancarkan cahaya. Hal ini memantik kesadaran para insan bahwa
kesehatan adalah rahmat dan karunia yang diberikan Tuhan yang berharga mahal.
Sabtu
pagi tepatnya 21 Oktober 2017, sebanyak kurang lebih seribu tigaratus penderita
Diabetes wilayah Depok yang tergabung dalam Persatuan Diabetes Indonesia
(PERSADIA) berkumpul memperingati hari lahirnya PERSADIA ke XII sekaligus
peringatan Hari Diabetes Internasional. Diawali dengan acara pemeriksaan
Gula darah gratis, senam bersama, kemudian dilanjut seminar edukasi.
dr.
Elis Tiahesara, Sp. AK selaku ketua pelaksana hajatan Akbar ini dalam
sambutannya menuturkan, Persadia sebagai organisasi yang lahir dilatarbelakangi
adanya kesadaran akan tanggung jawab dan kehendak luhur guna mendayagunakan
serta meningkatkan kesejahteraan diabetisi (sebutan untuk para anggota), dan orang
orang di dalam organisasi Persadia adalah para sukarela yang peduli terhadap
Diabetes akan terus berupaya memberi kontribusi nyata bagi para Anggotanya.
Agenda
rutin yang menjadi focus garapan PERSADIA, lebih kepada kegiatan preventif
serta upaya pencegahan komplikasi dalam bentuk pandu Diabetes, Edukasi, Senam
dan masih banyak lagi. Hingga detik ini, pengurus PERSADIA Depok sudah sangat
aktif dan di banyak event menjadi langganan penerima penghargaan sampai tingkat
nasional, tutur dokter Elis.
Sementara
itu, dr. Rani Martinah turut hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok
sekaligus membuka acara seminar bertema 'Jinakan Diabetes dan Kendalikan
Komplikasinya'. Dalam pidatonya, beliau melansir temuan Badan Kesehatan Dunia
(WHO). WHO telah mengeluarkan data baru yakni jumlah penderita Diabetes
Mellitus (DM) saat ini naik menjadi 422 juta jiwa. Khusus di Indonesia,
berdasaran Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI,
terakhir tahun 2013 sudah mencapai angka 9,1 juta jiwa. Dan jumlah ini terus
bertambah, diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa.
Dengan
jumlah tersebut, posisi Indonesia menurut dr Rani, saat ini berada di urutan ke
7 negara dengan jumlah penduduk tertinggi mengidap Diabetes di dunia. Sementara
di tingkat Jawabarat, Depok berada di posisi ke 2 setelah majalengka, dan Depok
menempati urutan tertinggi ke 3 secara Nasional.
Dokter
Elis yang juga di daulat sebagai pemateri seminar, mengajak para hadirin untuk
disiplin olah raga lewat gerakan dan cara cara yang benar demi terwujudnya
kwalitas hidup yang lebih baik. Didepan peserta seminar, dokter yang kini
menjabat pengurus Asosiasi Klinik ini menegaskan, ada banyak faktor mengapa
Kota Depok menempati urutan ketiga jumlah penderita DM secara nasional. Pertama,
bisa karena memang angka penderita DM itu sendiri yang tinggi, atau yang kedua
karena saking Aktifnya pengurus Persadia Depok sehingga mampu menjaring pasien
penderita DM yang menyebabkan munculnya angkat tersebut ke permukaan.
Di
akhir seminar, ada yang menarik ketika menginjak sesi sharing dan tanya jawab.
Sebut saja namanya Agus Sumitro perwakilan peserta yang sudah mengidap DM
selama 27 tahun. Dalam pengakuannya, walau penyakit DM tidak bisa disembuhkan,
setelah jalani pola hidup sehat dan disiplin ketat, sekarang kondisi kesehatan
beliau terus alami kemajuan. Kini ia sudah melepaskan diri dari ketergantungan
obat. Beberapa pantangan serta aktifitas rutin yang dilakukannya selama ini
antara lain : tidak merokok, rutin minum air putih, diwaktu pagi sarapan buah
yang sudah di blender, rajin puasa senin kamis serta olah raga 5 kali dalam
seminggu selama 30 sampai 45 menit.
Dari
pengakuan Sumitro diatas, tiba tiba penulis teringat satu pesan mutiara dari
mantan petinju kelahiran Amerika serikat bernama Gene Tunney.Beliau
pernah berkata"Untuk menikmati cahaya kesehatan yang baik, Anda
harus berolahraga." Setuju??






Komentar
Posting Komentar